tweetindex
ID

Bacahorror

@bacahorror · indonesia · joined 21 Dec 2010

Kumpulan kisah-kisah horror dari berbagai penulis. Tag thread horrormu ke @bacahorror untuk di retweet. #bacahorror cp : 081316447232

90 182Followers
73Following
327 944Posts total
170.2KViews on collected posts

Postingan terbaru

Dapet info akun Horror tapak misteri kena banned karena sebab yang tidak diketahui, jadi ini akun beliau yang baru : @TapakMisteri19 Dibantu follow lagi ya buat asupan2 horror kita 1.8K views · 8 likes · 1 reposts · 2 replies Open on X →
MULIH Kalau yang baru datang itu Kang Langgeng dan Kang Supri, Lalu siapa yang pulang bersamaku tadi? @diosetta @bacahorror @ceritaht @IDN_Horor @autojerit @SpesialHoror https://t.co/r5gkhyCWze
4.3K views · 35 likes · 12 reposts · 1 replies Open on X →
@bacahorror https://t.co/m3ISPFFKYx 57 views · 0 likes · 0 reposts · 0 replies Open on X →
🌑 Uang hasil jualan berubah jadi daun kering. Lalu perempuan berkerudung hitam datang saat tengah malam… 👻 Ada apa dengan Toko Sembako Barokah? 👉 Baca kisah lengkapnya: https://t.co/3vJ8l9I3cz #Santet #horor #KisahSeram #HororIndonesia #Misteri #Hantu #KisahSeramHoror https://
267 views · 7 likes · 1 reposts · 1 replies Open on X →
Ngobroling tentang Warung pocong yuk!! https://t.co/4UEGTMYWbu 5.6K views · 3 likes · 0 reposts · 0 replies Open on X →
Menunggu seseorang yang berani membuka warung di jam tiga pagi... dan menyeduhkan secangkir kopi untuk tamu dari dunia yang tidak seharusnya datang. *** 3K views · 18 likes · 1 reposts · 0 replies Open on X →
Kini, setiap kali angin lewat di sekitar terminal dan membawa bau amis samar di antara deru kendaraan,orang-orang tahu pocong warung itu masih menunggu. 2.9K views · 8 likes · 0 reposts · 1 replies Open on X →
Beberapa bahkan bersumpah melihat sosok putih duduk di bangku depan, menggoyang-goyangkan kepala, seolah sedang menunggu seseorang datang untuk menggantikan pos jaga terakhirnya.” 2K views · 8 likes · 0 reposts · 1 replies Open on X →
Tapi orang-orang masih bercerita.. “kadang warung itu terlihat buka sendiri, lampu bohlam menyala tanpa ada penjaga. Dan sesekali, ada pelanggan baru yang bercerita telah membeli rokok di sana, padahal… warung itu sudah lama ditutup. 2.1K views · 8 likes · 0 reposts · 1 replies Open on X →
Pocong itulah yang selalu datang setiap pukul tiga pagi, memberikan pesugihan. Tapi yang melayanilah yang akan menjadi tumbal.. Sejak malam itu, Yatno tidak pernah lagi berani mendekati terminal. 2K views · 7 likes · 0 reposts · 1 replies Open on X →
Mereka tahu bahwa penglaris adalah hal wajar jika membuka warung, tapi apa yang dilakukan pemilik warung itu adalah hal yang jahat. Ada isu simpang siur dimana pemilik warung sampai menggali salah satu makam atas suruhan dukun untuk mengambil pocong di dalamnya. 2.1K views · 15 likes · 0 reposts · 1 replies Open on X →
Yatno diam. Tenggorokannya kering. Ia tahu pasti itu saat yang sama ketika pocong itu biasanya datang. Di sana Yatno bertemu dengan teman-teman warung terminal dan di situlah mereka baru bercerita. 2K views · 8 likes · 0 reposts · 1 replies Open on X →
Beberapa warga menutup hidung, ada yang berbisik takut, ada pula yang langsung beranjak pergi tanpa pamit. “Pukul tiga pagi,” kata salah satu pedagang terminal dengan wajah tegang. “Dia jatuh mendadak, matanya terbuka lebar... kayak ngelihat sesuatu yang datang dari arah pintu.” 2.1K views · 10 likes · 0 reposts · 1 replies Open on X →
Yatno datang melayat dengan dada berat. Ketika ia tiba, temannya sudah dibungkus kain kafan. Tapi dari sela kain kafan, aroma itu masih merembes keluar, seperti bau amis yang muncul dari uang aneh yang dibayarkan pelanggan pukul tiga pag itu. 2.2K views · 8 likes · 0 reposts · 1 replies Open on X →
Pukul tiga pagi. Tanpa luka, tanpa tanda-tanda kekerasan, hanya tubuh kaku dan kulit yang tampak pucat kebiruan… dan bau amis yang memenuhi seluruh warung, menempel di meja, di lantai, di udara, bahkan di tubuh orang-orang yang menolong mengangkat jenazahnya. 2.2K views · 11 likes · 0 reposts · 1 replies Open on X →
Ia lebih mempercayai firasatnya dibanding uang hasil kerjanya di warung pocong tempat ia berjaga itu. … Beberapa minggu setelah Yatno berhenti, kabar buruk itu datang. Temannya yang menggantikan shift malam meninggal mendadak. 2.1K views · 7 likes · 0 reposts · 1 replies Open on X →
tak sadar bahwa yang baru saja dilayaninya bukan manusia. Malam itu juga, Yatno memutuskan untuk tak lagi bekerja di warung itu. Ia berpamitan dengan semua teman-teman warung di terminal. 2.4K views · 19 likes · 0 reposts · 1 replies Open on X →
Pocong itu perlahan melayang menjauh ke arah jalan, lenyap ditelan kabut dini hari. Begitu sosok itu menghilang, Yatno baru bisa bernapas lagi. Ia terduduk, hampir pingsan. Matanya menatap kosong ke arah warung melihat temannya yang masih sibuk mengelap meja, 2.3K views · 10 likes · 0 reposts · 1 replies Open on X →
Dalam sekejap, ia kehilangan kendali atas tubuhnya. Seluruh bulu kuduknya berdiri, keringat dingin mengucur deras dari pelipis. Ia menutup mulut dengan tangan agar tidak berteriak, tapi tubuhnya gemetar hebat. 2.3K views · 10 likes · 0 reposts · 1 replies Open on X →
Kain kafannya berkibar pelan, dan dari balik wajah yang membusuk, kedua bola matanya perlahan berputar menatap lurus ke arah Yatno. Belatung hidup bergeliat di sekitar mulutnya yang menganga, meneteskan air liur hitam yang jatuh satu-satu ke tanah. 2.3K views · 9 likes · 0 reposts · 1 replies Open on X →
Saat melewati halaman, angin dingin tiba-tiba menyapu wajah Yatno. Ia mencoba menunduk, tapi sesuatu membuatnya tak mampu menggerakkan tubuh. Pocong itu berhenti tepat di depannya. 2.4K views · 8 likes · 0 reposts · 1 replies Open on X →
Ia berdiri diam di depan etalase, lalu meletakkan selembar uang hitam berlumur noda seperti darah di atas etalase. Setelah itu, perlahan tubuhnya berbalik dan melayang keluar. 2.4K views · 9 likes · 0 reposts · 1 replies Open on X →
Namun bagi Yatno, setiap kali asap rokok itu tercium, bayangan wajah pocong itu tampak makin jelas—retak, membusuk, dan meneteskan cairan hitam dari sela jahitan kafannya. Pocong itu tak duduk. 2.3K views · 9 likes · 0 reposts · 1 replies Open on X →
melainkan pocong yang diam menatap temannya dengan mata kosong berwarna hitam pekat. Temannya, entah kenapa, tampak biasa saja. Seolah ia tak melihat apapun selain pelanggan biasa. Ia bahkan mengambilkan belanjaan dan memberikannya seperti rutin setiap malam. 2.4K views · 9 likes · 0 reposts · 1 replies Open on X →
Yatno menahan napas. Matanya tak berkedip menatap pemandangan itu. Sosok itu masuk ke warung, menunduk sedikit di depan meja. Dari sudut pandang Yatno, ia tidak melihat seorang pelanggan sedang berbelanja, 2.5K views · 10 likes · 0 reposts · 1 replies Open on X →
Detak jam berdentang berat, tik... tok... tik... tok... hingga akhirnya, jarum panjang menyentuh angka dua belas di atas ...pukul tiga pagi. Lalu, sesuatu terjadi. Lampu bohlam tiba-tiba berkedip lebih cepat. Angin berhenti. Suara jangkrik lenyap. Hening... Sangat hening. 2.5K views · 11 likes · 1 reposts · 1 replies Open on X →
Dari arah jalan tanah di depan warung, muncul sosok berpakaian putih melayang perlahan. Kain kafannya kotor, kusut, dan sebagian terurai, terseret di tanah yang lembap. Tubuhnya tidak menapak, tapi setiap gerakannya menimbulkan suara seperti kain basah yang diseret di lantai. 2.5K views · 9 likes · 0 reposts · 1 replies Open on X →
Dari celah dinding bambu, ia bisa melihat temannya berjaga di dalam warung, sibuk menata gelas dan menyapu lantai. Waktu merayap lambat. 2.4K views · 8 likes · 0 reposts · 1 replies Open on X →
Lampu bohlam di pojok warung berkedip-kedip seperti kehabisan minyak. Rasa penasaran menuntun Yatno untuk datang diam-diam. Ia bersembunyi di balik gerobak tua tak jauh dari sana, tubuhnya dibungkus jaket lusuh. 2.4K views · 10 likes · 0 reposts · 1 replies Open on X →
Suasana pagi selalu mendung, udara terasa lebih berat, dan ayam jago seperti enggan berkokok. Suatu malam, warung tempat Yatno bekerja kembali sepi. Angin bertiup pelan, membawa aroma tanah basah dari halaman belakang. 2.5K views · 8 likes · 0 reposts · 1 replies Open on X →

Dibandingkan akun berukuran sama

4 postingan dari 90 hari terakhir, dibandingkan dengan rentang 10K–100K pengikut. di bawah akun sekelasnya baik pada jangkauan maupun interaksi.

Median tayangan1 036akun ini995median untuk 10K–100K
Jangkauan, %1.15%akun ini3.59%median untuk 10K–100K
Interaksi, %0.87%akun ini1.92%median untuk 10K–100K
MetrikAkun iniMedian untuk 10K–100KRasio
Median tayangan per postingan1 0369951.04×
Jangkauan (tayangan ÷ pengikut)1.15%3.59%0.32×
Tingkat interaksi0.87%1.92%0.45×

Akun lain pada rentang ini →   Bandingkan dengan akun lain →   Bagaimana tolok ukur ini disusun →

Growth & engagement

How the posts we collected actually performed: views and reaction rate post by post, what the audience did with them, and where the follower count goes.

Views per post

2.2K8 Apr
2.1K
2K
2.1K
2K
2.1K
2K
2.9K
3K
5.6K9 Apr
26718 Aug
57
4.3K31 Aug
1.8K1 Sep

Last 14 collected posts, oldest on the left. The scale is logarithmic: one post can outrun the rest a hundred times over.

Engagement rate per post

0.42%8 Apr
0.52%
0.44%
0.77%
0.39%
0.44%
0.45%
0.31%
0.64%
0.05%9 Apr
3.37%18 Aug
0.00%
1.12%31 Aug
0.61%1 Sep

Reactions — likes, reposts, replies and quotes — divided by views. Median for 10K–100K accounts is 1.92%.

What the audience does

Likes77.3%300 in total
Reposts4.1%16 in total
Replies7.2%28 in total
Bookmarks11.3%44 in total

Share of every reaction we collected for this account. Replies mean argument, reposts mean endorsement, bookmarks mean the post was worth keeping.

The follower curve appears once this account has two daily snapshots — we take one a day, and this one is on its first.

Akun serupa